Langsung ke konten utama

Story Of Us Part 5


BIJAKLAH
Sedih dan miris, ya hanya kata itu yang dapat mewakili apa yang terjadi di Negara Ekuador. Dimana wabah corona menyebabakan ratusan jenasah tidak dapat diurus atau dimakamkan, hingga ada yang dibakar di tengah jalan karena sudah membusuk. Kemacetan juga terjadi akibat banyak berbagai jenis kendaraan pribadi mengantri untuk memakamkan jenasah keluargaya.

Begitu juga di Amerika Serikat, dimana di kota New York jenasah-jenasah pasien corona juga menumpuk dan menuggu untuk dimakamkan secara layak. Amerika juga merupakan Negara dengan korban positif corona terbanyak di dunia. Negara yang paling berpengaruh di dunia ini, juga kewalahan dalam menangani pandemik corona ini.

Dan pastinya kita juga tahu bagimana Italia sungguh sangat bekerja keras dan menderita melewati pandemik ini. Serta India yang gagal  dalam lockdown yang gegabah dan teralau cepat diputuskan tanpa mempersiapakan formula yang tepat.

Bagaimana dengan Negara kita Indonesia? Ya, kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat, presiden, dan juga jajarannya tidak pernah luput dari kritik dan caci maki. Baik dari orang-orang yang dikatakan berpendidikan, orang awam, maupun orang yang sok tahu. Semua mengomentari ketidak siapan, kegagalan, dan apapun itu kata mereka.

Namun apakah kita pernah benar-benar mendengar, membaca, memahami setiap kebijakan yang diberikan? Pernahkah kita berfikir apa jadinya jika kebijakan yang diberlakukan berbeda dan sesuai dengan teriakan-teriakan kita semua? Ya, kita tidak pernah tahu, kita tidak pernah tahu apakah kita bisa menjadi seperti Eukuador dan Italia yang begitu menderita. Atau kita seperti Jerman dan Korea yang berhasil menangani semua ini dengan begitu baik.

Tetapi yang pasti kita tahu dan dapat kita lakukan adalah dengan melakukan setiap anjuran yang diberikan pemerintah. Tetap di rumah, menjaga jarak, bekerja di rumah, belajar di rumah, beribadah di rumah, berfikir positif, tetap sehat dan bersih, serta selalu mengucap sukur atas apa yang Tuhan berikan untuk kita semua.

 yang kita alami sulit dan berat, tetapi mungkin tidak sesulit dan seberat Negara lain. Jadi stop untuk berteriak mengomentari setiap kebijakan dan keadaan sekarang, lakukan saja bagian kita dengan baik, agar semua badai ini cepat berlalu. Tetap sehat dan semangat teman-teman. Jangan sampai melompat ke laut atau memakan corona (seperti berita-berita yang ada,,hehehe). Salam sehat selalu…



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story Of Us Part 22

"NILAI INTEGRITAS" Menjelang ajalnya, seorang pria memanggil anak-anaknya dan menasihati mereka untuk mengikuti jejaknya: hidup dengan integritas*. “Semua ini agar kamu bisa punya kedamaian dalam setiap hal yang kamu kerjakan.” Anak perempuannya memotong, "Ayah, betapa malang nasib kita, tidak punya tabungan di bank. Orang lain, yang dibilang korupsi dan pencuri dana masyarakat, malah meninggalkan rumah dan kekayaannya untuk keluarganya. Maaf, saya tidak akan mengikuti jejak ayah, biarkan saya menentukan garis kehidupan saya sendiri." Beberapa saat kemudian, pria itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tiga tahun kemudian, anak perempuan ini, Sara, mengikuti interview di sebuah perusahaan internasional. Karena dinilai sangat potensial, Sara diwawancara langsung oleh pimpinan perusahaan. Setelah meneliti berkasnya, sang pimpinan bertanya tentang nama keluarganya, Smith. “Siapakah nama lengkap ayahmu?” Sara menjawab perlahan, “Tom Smith, namun ayah sa...

story Of Us Part 19

Siap Menjadi Pribadi Mandiri Salah satu keunggulan dari SMK Metland adalah menhasilkan para lulusan yang Mandiri. Melaui pendidikan dan pelatihan serta bimbingan karakter yang diberika oleh sekolh, para siswa Metland diharapkan mampu dan siap menjadi pribadi yang mandiri dan dapat bradaptasi dengan baik disetiap ligkungan. Untuk menjadi pribai yang mandiri, stiap kita harus benar-benar paham lagkah =-lngkah apa saja yang harus dan sudah dilakkkan sehingga kita siap menjadi pribadi yang mmandiri. Berikut beberapa tips yang dapat dibaca dan dipertimbangkan. 1.   Hadapi Masalah Sendiri Sikap mandiri tentu saja sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang yang lebih tegar dan kuat. Untuk menjadi mahasiswa mandiri hal yang perlu kamu lakukan adalah belajar menghadapi masalah yang menimpa dirimu. Seringkali ada saja perselisihan kita antara teman atau masalah dalam perkuliahan. Kamu coba hadapi masalah itu dan jangan hindari mulai sekarang. Dengan cara ini kamu secara tidak l...

Story Of Us Part 15

Empati Manusia memang makhluk sosial yang dituntut untuk harus saling menghargai. Selain itu, manusia wajib memiliki rasa empati dengan sesamanya. Rasa empati ini tentu sangat dibutuhkan untuk hidup berdampingan dengan banyak orang. Nah, kalau kamu ingin tahu apakah kamu punya cukup rasa empati atau tidak, coba deh cek dulu 6 tanda di bawah ini! 1. Kamu peduli dan gak apatis. Ciri utama yang dimiliki adalah kamu punya rasa peduli yang tinggi. Kamu gak apatis dengan keadaan sekitar. Alih-alih ikut arus, kamu berusaha untuk membuat perubahan. Selain itu, kamu juga peduli dengan lingkungan sekitar. Apabila ada yang gak sesuai kamu bakal berusaha memperbaikinya. 2. Gak pasif dan selalu punya inisiatif. Kamu juga orang yang selalu punya inisiatif tinggi. Alih-alih pasif dan diam saja, kamu selalu berinisiatif. Misalnya saja ketika temanmu sedang tertimpa musibah, kamu gak hanya pasif dan diam saja. Bakal ada inisiatif untuk bisa meringankan beban kawanmu itu. 3...